Lompat ke konten

Hening yang Menyebut Namamu

oleh Daily Papers
Di antara jeda detik yang tak bersuara, aku menyimpan namamu dalam diam. Ia tumbuh seperti doa yang tak selesai, mengendap di dada, tak pernah benar-benar pergi. Malam bertanya tentang rindu, dan aku menjawabnya dengan ingatan. Bahwa pernah ada kita yang saling percaya pada sederhana bahagia. Jika esok kau membaca puisi ini, ketahuilah— aku tak pernah kehilanganmu, hanya belajar merelakan dengan cinta.

Punya Puisi Karyamu Sendiri?

Kirimkan puisimu dan biarkan dunia membacanya.

Kirim Puisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *