Retak Yang Tak Pernah Kami Ceritakan
Karya : Zaky Alfiatur Rohmah
Kadang aku merasa,
jadi anak muda itu aneh.
Kita disuruh kuat,
disuruh tahan banting,
padahal diam-diam kita rapuh juga
Orang dewasa bilang,
“masa muda itu menyenangkan.”
Tapi kenapa rasanya
seperti lomba yang tak pernah kita pilih?
Kita dikejar waktu,
ditarik harapan,
dipaksa berlari
meski napas belum siap.
Di sosial media, semua orang terlihat berhasil.
Di dunia nyata, kita menahan cemas,
menyembunyikan takut,
menjawab “baik”
padahal hati kita penuh retakan kecil
yang tidak pernah sempat diperbaiki.
Kita ditanya,
“Mau jadi apa nanti?”
Seolah hidup ini cuma satu jawaban.
Padahal yang kita inginkan
sederhana saja:
hidup tanpa dihitung,
tanpa dibandingkan,
tanpa merasa salah
hanya karena tidak sama seperti orang lain.
Tapi kita tetap jalan.
Kadang pelan,
kadang sambil gemetaran,
kadang sambil pura-pura kuat.
Namun kita bergerak juga
karena entah bagaimana,
selalu ada ruang kecil di dalam diri
yang menolak menyerah.
Generasi ini bukan gagal.
Bukan hilang arah.
Kita hanya sedang mencari tempat
di dunia yang terlalu cepat berubah.
Dan meski kita sering lelah,
kita tetap mencoba hidup
dengan cara terbaik yang kita tahu.
Itu saja sudah cukup berani.